Tampilkan postingan dengan label meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meditasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2011

Osho

Jam sudah menunjukan pukul 1 dinihari. Aku ingin segera tidur agar tidak telat bangun esok hari. Tetapi aku masih ingin ngeblog sedikit tentang Osho. Aku secara tidak sengaja ketemu dengan artikel dengan orang ini ketika membuka situs you tube beberapa waktu yang lalu. Disana diperlihatkan international meditation center milik dia di India.

Setelah lama berselang kemaren ini aku ketemu lagi dengan video you tube yang ternyata banyak mempunyai cuplikan mengenai ajaran-ajarannya. Aku tertarik dan mendownload ebook gratisan milik dia berjudul god conspiracy.

Aku belum tamat mebaca ebook setebal 248 halaman tersebut. Tetapi sudah banyak masukan yang menarik dari ebook tersebut. Salah satunya yang terngiang di kepalaku menurut dia ajaran agama monotheistic adalah ajaran agama yang sangat berbahaya. Karena ajaran agama tersebut hanya membenarkan agama mereka saja. Perang merupakan salah satu akibat dari adanya perbedaan agama tersebut.

Hal lainnya yang cukup kuat menempel adalah bahwa Tuhan akan mati ketika agama tersebut mati. Artinya jika seseorang pindah agama atau katakanlah suatu agama telah ditinggalkan oleh pengikutnya maka Tuhan agama tersebut ikut mati.

Dia juga mengatakan bahwa ajarannya ini merupakah pelengkap dari ajaran Frederick Nietzsche. Kalau Nietzche kehilangan akalnya alias sakit jiwa ketika ajalnya tiba karena ada sesuatu yang kurang dalam ajarannya. Kekurangan tersebut berusaha diisi oleh Osho sehingga tidak akan membuat kita menjadi gila karenanya. Nietzche mengatakan bahwa Tuhan telah mati dan manusia telah terbebaskan. Tetapi pertanyaan selanjutnya terbebas untuk apa? Disini manusia masih bingung dengan hakikat kemanusiaannya. Walalupun dia sudah bebas tapi tidak tahu harus bersikap seperti apa dengan ketiadaan Tuhan.

Osho mengajarkan untuk melakukan meditasi. Karena meditasi merupakan jalan untuk mengetahui diri kita yang sejati. Dengan demikian jika kita sudah menyatu dengan diri kita yang sejati maka hidup ini akan terasa lebih nyata dan kita akan menjalani hidup ini dengan lebih bermakna walaupun tanpa kehadiran Tuhan.

Meditasi

Sudah hampir seminggu ini aku pisah dengan istriku. Rasanya seperti dahulu ketika aku masih jadi anak kos. Senang dan senang rasanya bisa mempunyai perasaan seperti itu lagi. Yang aku rasakan waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa siang hari berganti malam. Ketika malam tiba ingin rasanya menikmati ga tahunya sudah tengah malam lagi. Sabtu ini aku tidur sampai jam 2 siang, padahal kemaren malem tidurnya normal aja sampai jam 12. Biasanya malah aku tidur sampai jam 2 malam. Itulah untungnya jadi pengangguran. Bisa tidur dan bangun kapan saja, ga beda jauh dengan kaum jetset. Bedanya hanya soal uang saja.

Kebetulan suasana rumah yang sepi cukup mendukung sehingga aku memulai lagi untuk bermeditasi. Tetapi sampai saat ini aku merasa meditasiku belum maksimal. Perasaan pertama yang terasa adalah rasa kantuk. Setelah beberapa lama hening kemudian timbul rasa kantuk, walaupun aku sudah mengikuti aturan bahwa meditasi tidak dilakukan pada saat kurang tidur. Tetapi tetap saja rasa kantuk segera datang beberapa saat setelah melakukan hening.

Beberapa tehnik meditasi sudah aku jalankan tetapi belum ada yang maksimal hasilnya. Jadi sampai saat ini aku masih mencari cara meditasi yang sesuai denganku.

Sebenarnya semua alat pendukung sudah tersedia seperti musik dan ruangan. Aku juga sudah bisa melakukan lotus posture. Masalahnya memang tinggal mengalahkan rasa kantuk. Aku rasa kantuk itu datang karena ada yang salah dalam ritual meditasiku. Aku akan mencari tahu. Untuk saat ini internet merupakan sumber untuk mencari tahu.