Senin, 26 September 2011

Singapura - Training hari ke 2

Setelah tadi malam tidur sampe jam satu, pagi ini aku bangun jam enam. Sekitar jam tujuh bareng dengan temen kantor turun ke bawah untuk makan buffet di restoran hotel. Temanku sedikit ragu dalam memilih makanan yang ada, sementara aku santai aja makan menu yang kuanggap menarik.

Awal aku makan nasi goreng ala mandarin dengan scramble egg, aku memang paling suka berbagai macam jenis masakan telur. Yang namanya makan gratisan rasanya pengen aja makan terus. Tetapi berhubung kemampuan perut terbatas, maka makan pagi kuakhiri dengan puff manis dan pancake.

Setelah mandi kami segera berkemas untuk segera menuju lokasi training yang jaraknya sekitar 10 menit perjalanan dengan taxi. Pagi itu sudah mulai hujan rintik. Tetapi ternyata ada hal yang tidak terduga terjadi. Jika kemarin hari pertama training jam satu, lancar-lancar saja. Tetapi hari ini ternyata yang antri taksi sudah cukup panjang. Tidak seperti di Jakarta kita tinggal nyari taksi dipinggir jalan. Di Singapura taksi sudah ada lokasi antrian masing-masing dan datang berdasarkan pesanan. Jika sedang ramai atau peak hour maka harganyapun bisa naik. Begitu juga jika ingin motong antrian maka kita dikenakan charge tambahan.

Kami sedikit gelisah karena hal ini tidak diduga sebelumnya. Setelah sekitar 30 menit mengantri barulah kami mendapatkan giliran naik taksi. Sebenernya bego juga ya kenapa ga motong antrian, karena toh kantor juga yang bayar. Tetapi dasar pekerja yang baik, maka tidak mau merugikan kantor.

Sesampai di kantor kami mengikuti training seperti hari sebelumnya, tetapi trainernya yang berbeda. Ketika jam istirahat tiba, kami pun makan bareng dengan tiga cewek rekan kantor Singapura. Kami diajak makan ditempat yang semua makannya halal. Ternyata berjalan kaki cukup jauh, karena melewati underpass dan stasiun MRT serta naik turun beberapa elevator. Tempat yang dituju semacam food court yang semuanya menyajikan makanan halal. Tempat tersebut ramai oleh pengunjung yang sebagian besar adalah pekerja kantoran. Setelah mendapatkan tempat kosong, maka kami gantian memesan makanan.
 
Soal makan sebenarnya aku tidak terlalu pemilih. Aku ikut saja memesan masakan padang seperti temanku. Karena memang aku cari makanan plus sayuran. Aku pesan ayam opor dan sayuran ala masakan padang. Yang menarik adalah ukuran ayamnya yang ukuran jumbo. Rasanya empuk sepertinya dimasak menggunakan presto.

Setelah makan siang tepat beberapa menit sebelum jam satu, kami bergerak ke kantor. Satu hal aku amati dari kebiasaan rekan kami tersebut adalah mereka tidak ada yang memesan minuman. Jadi hanya aku berdua dengan temanku yang memesan minuman, sementara mereka makan tanpa minuman. Hal tersebut buatku tidaklah aneh, karena aku juga biasa makan tanpa minum. Tetapi untuk orang Indonesia hal tersebut tidaklah lazim. Aku segan untuk menanyakan hal ini kepada mereka.

Selama perjalanan jalan kaki ke kantor cukup nyaman kerena sepanjang perjalanan bawah tanah dilengkapi pendingin udara. Sesampai di kantor training kembali dilanjutkan sampai sekitar jam tiga. Kerena jam tida bos besar mau ketemu dan berdiskusi. Tetapi ternyata tidak ada hal penting yang disampaikan oleh bos besar. Aku pikir mereka hanya memberikan perhatian saja kepada kami. Suatu hal yang cukup aku apresiasi.

Sekitar jam empat kami minta ijin pulang. Sebenarnya jam kantor sampai jam 17.30. Tetapi ternnyata diperbolehkan oleh bos besar. Kami bergegas pulang karena ada rencana ingin jalan ke suatu tempat. Sampai di hotel setelah mandi dan istrirahat sebentar kami turun sekitar jam tujuh malam.

Temanku ngajak makan di restoran India halal di pinggir jalan. Kami makan nasi briyani dan kari ayam. Seperti halnya siang tadi ayamnyapun beruikuran jumbo dan empuk terasa di lidah. Minumnya kau lihat orang pesan teh susu, akupun ikutan pesan. Wah aku salah pesan, seharusnya aku pesan es kopi karena sepertinya lebih nikmat minum minuman dingin yang segar.

Setelah makan kami diskusi ingin pergi kemana. Aku sebenarnya ingin pergi ke Little India, sdangkan temanku ingin ke daerah Orchard Road. Tetapi kalau ke Orchard Road barang-barangnya kan berkelas dan mahal, sedangkan keuangan terbatas. Ngapain juga ke sana, lagian kan kalo nyari barang berkelas diJakarta juga banyak. Maka kami putuskan untuk pergi ke Little India. Sebelum kesana kami mampir ke Sim Slim Square tempat barang elektronik murah. Tempat ini semacam glodoknya Jakarta. Katanya barangnya murah-murah tapi ternyata murahnya versi Singapura, ya tetap saja masih lebih murah barangelektronik di Glodok.

Setelah browsing sebentar kami melanjutkan perjalanan menuju Little India. Beberapa saat kemudian temanku bilang dia napasnya sudah mulai ngos-ngosan. Emang sih dia agak sedikit over weight dan tentu gak biasa jalan kaki seperti aku. Karena buat aku jalan segitu masih belum apa-apa...he..he. Karena kasian dengan kondisinya, maka kami putuskan balik arah menuju Bugis Street tempat yang kemarin aku datangi.

Suasananya ramai dan beberapa kali mendengar celotehan orang Indonesia. Disini banyak souvenir gantungan kunci. Tetapi sepertinya kalo orang kantor sudah bosen dengan gantuangn kunci Singpura. Mo bellin istri juga bingung barang apa yah. Maka aku cari gantungan kunci untuk keponakanku yang perempuan saja. Setelah itu Kami mampir ke toko makanan kering. Aku mulanya mau membeli coklat, tetapi aku ragu takut kalau rasanya kurang enak. Akhirnya aku membeli sekantong kuaci. Karena aku memang suka makan kuaci dan jenis tersebut aku tidak lihat ada di Indonesia. Jenisnya dari biji matahari dengan rasa butter. Aku pengen nyoba aja, kalau rasanya enak aku nanti beli lagi kalo ke Singapura. Karena mama juga penggemar kuaci, jadi pasti ntar aku beliin untuk mamaku.

Kami sempatkan mampir ke toko peralatan sex ditengah-tengah pasar malam tersebut. Aku sebenarnya ingin membeli gantungan kunci unik disana, tetapi ternyata tidak ada yang menarik.

Kami balik ke hotel sekitar jam 9 malam, dalam perjalanan ke hotel kami makan es lilin. Aku beli yang rasa kacang merah. Walalu beli di pinggir jalan si tukangnya sangat higenis. Karena dia mengambil dan memotong es dengan menggunakan sarung tangan.

Kemudian kami mampir ke seven eleven yang terletak disebelah hotel. Temanku ingin beli air karena seret abis makan es. Aku juga ikut masuk dan lihat-lihat. Di dekat kasir aku lihat potongan coklat Cadburry ukuran jumbo sedang di diskon. Setelah aku kurskan ke rupiah ternyata cukup murah, Maka tanpa pikir panjang aku beli coklat tersebut untuk istriku.

Sampai di kamar hotel, seperti biasa aku mainkan teropong dan mengarahkan pada kamar-kamar hotel dan apartemen disekeliling. Tetapi sama dengan kemarin malam, tidak ada pemandangan yang menarik. Selain itu juga ternyata teropongnya tidak berfungsi dengan baik. Fokus lensanya kurang tajam sehingga gambarnya agak kabur.

Setelah itu aku mandi dan melanjutkan belajar untuk persiapan training esok hari...

nyambung ke hari terakhir di Singapura........

Sabtu, 24 September 2011

Singapura - Training hari 1

Kantuk masih terasa di pesawat Singapore airline dalam perjalanan menuju Singapura. maklum bangun setengah empat pagi, karena takut terlambat dan macet. Gak taunya naik taksi hanya 35 menit dari rumah. Ternyata malah kepagian. Setelah cukup lama menunggu aku kontak temen kantorku yang masih dalam perjalanan, aku mau masuk terminal 2 duluan.


Sekitar sejam kemudian temanku baru sampai di bandara. Kami langsung check in. Temanku berinisiatif untuk memberlikan semacam oleh-oleh untuk trainer di Singapura. Kami beli masing-masing satu. Kami belikan coklat van houten seharga US$4 dengan gambar nuansa Bali. Kalau saja temanku kasih info tentang hal ini kemarin aku bisa belikan coklat monggo sebagai oleh-oleh. Karena coklat ini kan khas Indonesia dengan gambar wayangnya. Tetapi coklat ini tidak dijual di semua tempat, yang aku tahu sih dijual di circle-K. Kami sempat berkeliling mencari coklat monggo tersebut di duty free shop di bandara, tetapi ternyata tidak ada yang menjualnya.

Aku ke Singapura dalam rangka training IT. Aneh juga rasanya mengalami ini semua. 2 bulan yang lalu aku masih luntang-lantung penganguran. Sekarang aku sudah terbang ke Singpura belum genap dua bulan bekerja. Tetapi kalau mengingat ini semua sesuai dengan ajaran the secret maka tidak terlihat terlalu luar biasa kejadian ini semua. Karena memang pikiranku sudah sangat fokus untuk mendapatkan ini semua. Sehingga ketika hal itu terjadi aku memang tidak terlalu terkejut.

Terakhir aku ke Singapura sekitar 15 tahun yang lalu. Itu waktu ngambil MBA di Filipina bareng ortu. Karena ortu kan tugas di Filipina. Aku sendiri sudah gak ada gambaran mengenai situasi Singapura. Karena sudah begitu lama dan tidak ada kenangan yang melekat denganku tentang Singapura.

Berangkat jam 08.30 dan sampai di Singapura agak sedikit telat dari jadwal yaitu jam 11.00 waktu lokal. Aku berdua dengan rekan kerja di kantor.Begitu sampai di terminal 2 Singapura kami langsung mencari money changer untuk menukarkan rupiah. Aku menukar 4 juta dengan kurs 0.137 maka kudapat SGD 548. Ya ampun murah bener mata uang kita. Dompetku yang tadinya gemuk dengan 40 lembar pecahan uang seratus ribuan, langsung kempes dengan 10 lembar USD 50 dan beberapa USD 10.

Waktu training hari pertama adalah jam 13.00. Jadi kami segera check-in dahulu di hotel dan kemudian langsung menuju ke kantor di daerah Thomson Square. Sebenarnya aku sudah rencana mo mandi dulu, tetapi ternyata karena waktunya mepet jadi ga mandi dulu. Nyampe di sana ternyata tempat tersebut dibawahnya adalah mal. Karena belom makan maka kami makan dulu di Mcdonald. Maklum temanku ini sangat berhati-hati dalam soal makanan. Karena dia sangat concern dengan makanan yang halal untuk dimakan.

Setelah makan kami langsung menuju lokasi training di lantai 25. Setelah berkenalan dengan staf yang ada kemudian langsung memulai training. Selesai sekitar jam 16.00. Aku sempat dikenalkan dengan rekan-rekan dari Singapura. Aku sengaja membawa kartu nama yang banyak, sehingga aku bagikan saja hampir sekantor kartu namaku disebar. aku berkenalan langsung dengan orang-orang yang selama ini hanya tahu dari email tanpa mengenal muka langsung.

Sepulang dari training langsung menuju hotel. Ternyata temanku tidak mau keluar, karena ingin istirahat malam pertama ini. Aku sendiri setelah mandi dan istirahat sebentar, sekitar jam 6 an aku keluar hotel sendirian. Ternyata disekitar Hotel Ibis Bencoolen tempatku menginap cukup banyak terdapat tempat keramaian. Salah satunya ada jalan Bugis. Tempat ini mirip pasar malam di Indonesia. Barang yang dijual juga terdiri dari berbagai macam pernak pernik souvenir sampai fashion.

Aku tidak begitu tertarik dengan barang yang ada karena menurutku tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Tapi aku tertarik untuk masuk ke toko sex shop yang berada ditengah keramaian jalan Bugis. Aku masuk kesana ternyata barang yang dijual cukup mahal. Ada peralatan sex yang dijual SGD 300 an, padahal uang dikantongku saja ga nyampe segitu.

Setelah agak malem sekitar jam 9 an aku putuskan untuk pulang. Sebelum pulang aku mo nyari makan untuk dimakan di hotel. Aku tertarik dengan roti panggang dengan telur dan keju. Karena banyak orang yang antri, dengan sabar aku menunggu. Tetapi ketika mo pesan ternyata sudah habis. Terpaksa aku cari makanan pengganti. Aku tertarik dengan chinese burger. Makanan ini semacam roti yang terbuat dari semacam bakpau dan dibelah dua untuk diisi dengan daging.

Sesampai dihotel untuk teman makan chinese burger tersebut aku buat nescafe complemen dari hotel. Kemudian aku bersiap untuk bekerja karena aku harus siap dengan materi training esok hari. Sambil bekerja aku sesekali mengarahkan teropong yang kubawa ke sejumlah apartemen dan hotel yang ada didepanku. tetapi ternyata tidak ada istimewa dan aku melanjutkan bekerjaku sampai jam satu malam. Setelah itu aku tidur dan istirahat.

....nyambung ceritanya di hari kedua.....